FILM YANG AKAN MEMBUAT KALIAN DEPRESI, HEREDITARY

14:49:00
Hereditary. The Graham’s Family. ©bloody-disgusting.com

Hereditary disutradai oleh Ari Aster yang terkenal dengan short-movienya untuk film-film festival. Hereditary ini merupakan debut pertama Ari Aster menyutradarai film yang berdurasi selama 127 menit. Film terlama yang ia sutradarai. Film ini menarik perhatian banyak khalayak ramai karena reviewnya yang begitu hebat. Bahkan, beberapa orang terkenal seperti Joko Anwar, sang sutradara terbaik lokal mengakui bahwa Hereditary adalah film horror terbaik. ‘Brilian’ tulis Joko Anwar dalam caption Instagramnya. Banyak pula para reviewer film yang mengatakan bahwa film ini ‘out of the box’, ‘amazing’ dan berbagai macam pujian lainnya. Inilah yang membuat orang tertarik untuk menontonnya. Dan yang dapat aku lontarkan untuk kalian tentang film ini adalah Hereditary akan membuat kalian depresi.

Terdapat tiga hal yang benar-benar ditonjolkan dalam film ini agar atmosfer horrornya terasa ke penonton, yaitu: Performa akting para pemeran yang luar biasa, Pengambilan gambar yang brilian dan Build-up story yang menakjubkan. Jadi, film ini sama sekali tidak menonjolkan sosok hantu yang menyeramkan atau efek ‘jumpscare’ yang memekakan telinga. Film ini memberikan sisi lain dari genre horror yang kita kenal selama ini. Bukan horror typical James Wan yang mayoritas disukai, tetapi horror artistic yang merangkul penontonnya secara perlahan lalu menerkamnya sekaligus di scene climax.

Charlie, sang putri bungsu dari keluarga Graham. ©mymovies.net

Hereditary berfokus pada satu keluarga terdiri dari ibu, ayah, putra sulung dan putri bungsu. Big applause for everyone in the family. Semua anggota keluarga diperankan dengan sangat baik oleh para aktor dan aktrisnya. Pembagian scene untuk setiap anggota keluarga juga bisa dibilang sangat adil. Walau mungkin, sang ibu-lah yang menjadi kunci utama di film ini. Jangan salah, ekspresi yang ditampilkan oleh para pemain ini bisa memberikan efek seram yang terus terpatri di otak. Tidak mengagetkan, hanya mengerikan. Seperti jika kalian melihat orang yang menjerit ketakutan lalu tiba-tiba berubah menjadi serius, dan pergantian mimiknya terjadi sangatlah cepat, yang pasti membuat kalian merasakan keanehan dan kengerian sekaligus. Tidak hanya itu, ekspresi orang stress dan depresi ditunjukkan dengan gamblang di film ini. Tidak perlu banyak scene untuk mengetahui betapa stress dan depresinya sang pemain, dari dialog dan mimik muka pun sudah benar-benar memperlihatkan emosi ketakutan, ketidaknyamanan, dan trauma yang dihadapi.

Pengambilan scene awal. ©culturedvultures.com

Pengambilan gambar dalam film ini terkesan sangat mahal dan hati-hati. Pergerakan kamera yang terbaik adalah ketika scene awal yang kita lihat adalah rumah minimalis lalu kamera bergerak dengan pelan ke salah satu ruangan dan ruangan minimalis tersebut berubah menjadi ruangan asli dimana Peter sang putra sulung dan Ayahnya berdialog dan berjalan. Benar-benar menakjubkan. Bahkan dalam pengambilan gambar yang menakjubkan tersebut, menunjukan tema utamanya, yaitu para pemain di dalam rumah itu seperti sedang diperhatikan dan dikontrol oleh para iblis. 

©dnaindia.com

Alur cerita yang ditampilkan memberikan bayangan familiar, karena konsep yang ditampilkan mengingatkanku pada film lokal ‘Pengabdi Setan’ besutan paling terkenal karya Joko Anwar. Walaupun beberapa scene dan ending benar-benar mengejutkan dan di luar dugaan, tetapi alur yang ditampilkan sangatlah lambat, sehingga kita diberikan dulu knowledge tentang karakter tiap pemain dan hubungan seperti apa yang dimiliki oleh si ibu dengan nenek yang sudah meninggal, dan juga hubungan si ibu dengan para anak-anaknya. Walau alurnya lambat dan mungkin membuat kantuk sebagian orang, tetapi semua dialog itu penting untuk mengarahkan kita pada klimaksnya. Alur ceritanya juga terlihat begitu alami sehingga mudah untuk dibayangkan jika kita adalah salah satu dari keluarga tersebut. Benar-benar memberikan kesan kengerian pada film ini.

Film horror ini menyajikan genre horror yang berbeda. Suasana horror yang dirasakan datang dari ekspresi muka tiap pemain dan scene-scene mengerikan yang membuat kita merasakan sensasi depresi dan trauma yang ditonjolkan di film ini. Untuk kalian yang menginginkan sensasi menonton horror yang berbeda, film ini cocok sekali untuk kalian. Tetapi, jika kalian mengharapkan banyaknya jumpscare dan sosok hantu yang menyeramkan, kalian akan sangat kecewa dengan film ini. Akhir kata, happy watching guys. 😊


Fitri Kairi

No comments:

Powered by Blogger.